PERBANDINGAN HASIL UJI SARINGAN TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN TIGA SIEVE SHAKER DI LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

Authors

  • Fithriyah Patriotika Universitas Negeri Padang
  • Ariful Azmi Arham

DOI:

https://doi.org/10.24036/asce.v6i4.1414

Keywords:

sieve shaker, tanah lempung, analisis saringan, gradasi tanah, kinerja peralatan laboratorium

Abstract

Laboratorium Teknik Sipil di Universitas Negeri Padang (UNP) memainkan peran penting dalam mendukung riset akademik sekaligus menyediakan jasa pengujian bahan bangunan di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. Salah satu pengujian rutin yang dilakukan adalah analisis ayakan tanah memakai alat pengayak getar, yang mana hasil ujinya bergantung pada jenis serta cara alat itu bekerja. Studi ini bermaksud untuk membandingkan bagaimana kinerja alat sieve shaker manual, elektrik, dan otomatis dalam analisis ayakan tanah lempung, demi menemukan alat yang paling cocok digunakan di laboratorium. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah percobaan laboratorium dengan menjalankan pengujian analisis ayakan sesuai standar SNI 03-1968-1990. Pengujian dijalankan dua kali untuk setiap jenis alat pengayak getar dengan durasi pengayakan 15 menit, memakai sampel tanah lempung yang identik. Evaluasi didasarkan pada persentase material yang lewat dari ayakan di tiap ukuran ayakan. Hasil riset memperlihatkan bahwa alat pengayak getar otomatis menghasilkan persentase lolos ayakan yang tertinggi dan paling stabil pada semua ukuran ayakan dibandingkan alat pengayak getar elektrik dan manual. Alat pengayak getar elektrik menunjukkan performa yang lebih baik dari alat pengayak getar manual, tetapi masih di bawah performa alat pengayak getar otomatis. Hasil riset ini menegaskan bahwa kestabilan serta konsistensi dari mekanisme getaran sangat berpengaruh pada ketepatan hasil analisis ayakan tanah lempung.

References

Badan Standardisasi Nasional. (1990). SNI 03-1968-1990: Standar pengujian saringan tanah. Jakarta: BSN.

Das, B. M. (1995). Mekanika tanah I. Jakarta: Erlangga.

Gasa, Y. I. W., Sudjianto, A. T., & Suraji, A. (2024). Analisis granulometri penambahan tanah lempung ekspansif Ampelgading terhadap potensi likuifaksi tanah pasir Delta Brantas. Bouwplank: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan, 4(1), 7–15.

Hakeem, A. (2012). Soil mechanics laboratory manual. Pearson Education.

Harian Singgalang. (2020). Laboratorium Teknik Sipil UNP tingkatkan layanan pengujian material konstruksi. Singgalang.co.id.

Harumianto, F. A. (2023). Studi stabilitas tanah pada daerah Kumai Hulu Kabupaten Kotawaringin Barat. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Sangga Buana YPKP.

Jawad, M. (2017). Comparative study of different sieve shakers for soil analysis in civil engineering laboratories. Journal of Civil Engineering and Technology, 8(1), 35–42.

Khodijah, S. (2018). Uji kinerja mesin pengayak tanah pada tiga jenis tanah berbeda. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Sriwijaya.

Mitra, S. (2015). Dasar-dasar teknik pengujian tanah (Jilid 1). Bandung: ITB Press.

Nugraha, R. A. (2024). Pengaruh penambahan GEOPOL terhadap peningkatan nilai CBR soaked pada jenis tanah lempung. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Katolik Soegijapranata.

Prasetyo, Y. (2018). Pengaruh jenis sieve shaker terhadap hasil uji saringan tanah lempung di laboratorium teknik sipil. Jurnal Penelitian Geoteknik, 5(1), 45–52.

Salsabila, A. (2019). Pengaruh diameter lolos saringan partikel tanah terhadap derajat kepadatan tanah menggunakan metode standar. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Lampung.

Smith, J., & Jones, M. (2018). Effect of sieve shaker mechanism on sand grain size distribution. Journal of Soil Mechanics, 45(3), 213–225.

Downloads

Published

2025-12-31 — Updated on 2026-01-19

Versions

How to Cite

PERBANDINGAN HASIL UJI SARINGAN TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN TIGA SIEVE SHAKER DI LABORATORIUM TEKNIK SIPIL. (2026). Jurnal Applied Science in Civil Engineering, 6(4), 540-546. https://doi.org/10.24036/asce.v6i4.1414 (Original work published 2025)