STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH KACA SEBAGAI BAHAN TAMBAH AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON

Authors

  • Nevy Sandra

DOI:

https://doi.org/10.24036/asce.v6i4.1424

Keywords:

Beton, Limbah Kaca, Kuat Tekan

Abstract

Limbah adalah zat yang dihasilkan dari suatu proses produksi industri maupun domistik yang sering kali kehadirannya tidak kehendaki karena tidak memiliki nilai atau tidak lagi berharga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kaca dalam uji kuat tekan beton. Metode yang digunakan adalah penelitian. Langkah – langkahnya meliputi dari studi literatur, pengujian bahan, perancangan pencampuran, pencetakan sample, uji kuat tekan beton dan analisis kuat tekan beton. Adapun benda uji yang digunakan berbentuk kubus dengan ukuran 150mm x 150mm x 150mm, dengan mutu beton rencana K-250.

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, nilai kuat tekan pada umur 28 hari dengan bahan tambah kaca 0%,10%,20%, dan 25%. Beton normal tanpa bahan tambah kaca mendapatkan kuat tekan beton optimum sebesar 29,481 Mpa (K-355,19). Dari seluruh beton dengan bahan tambah kaca, beton dengan bahan tambah 20% merupakan kuat tekan optimum sebesar 27,407 Mpa (K-330,204), beton dengan bahan tambah kaca 25% kuat tekan sebesar 25,556 Mpa (K-307,903) dan bahan tambah kaca 10% kuat tekan sebesar 22,963 Mpa (K-276,66) ini menjadikannya sebagai kuat tekan yang minimum. Meskipun beton dengan bahan tambah kaca mengalami penurunan namun tetap memenuhi rencana penelitian yang dimana kuat tekan yang direncanaka sebesar 20,75 Mpa.

References

Juwono Sudarsono, Teknologi Beton, Erlangga, Jakarta (2019).

Hanafiah, Karakteristik Kimia Serbuk Kaca, Jakarta (2011).

SNI 03-2834-2000, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, BSN.

SNI 1974:2011, Cara Uji Kuat Tekan Beton, BSN.

Olii, M., “Utilization of Glass Waste in Concrete Mixtures,” Journal of Civil Engineering, 15(2), 110–118 (2021).

Septiani, V. (2024). Sifat Beton Segar dan Kuat Tekan Beton Padat Sendiri (SCC) dengan Ban Vulkanisir dan Serat Polypropylene. JET – Journal of Engineering and Technology. Diakses dari: https://id.scribd.com/document/849742179/Virma-Septiani-JET-2024

Siregar, S. M. (2020). Kelebihan dan Kekurangan Beton. Diakses dari: https://text-id.123dok.com/document/8yd7e001y kelebihan-dan-kekurangan-beton.html

Shabira, H., Iskandar, D., & Kurniawan, S. (2022). Soft computing mix design beton berdasarkan SNI 7656:2012. JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil, 3(1), 225–234.

Zainuddin. 2024. Studi Penggunaan Serbuk Kaca sebagai Bahan Substitusi Agregat Halus terhadap Sifat Mekanik Beton. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil, Universitas Bojonegoro)

Badan Standarisasi Nasional. 2002. SNI 03-2847-2002: Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Jakarta: BSN.

American Concrete Institute (ACI). 1990. Building Code Requirements for Structural Concrete (ACI 318-89). Detroit, Michigan: ACI Committee 318.

Binajaya Beton. 2024. Beton Sebagai Material Bangunan: Kelebihan, Kekurangan, dan Solusinya. Diakses dari: https://binajayabeton.com

Purwanto, D., Putra, B. Y., & Kurniawan, A. (2024). Pengaruh penambahan bahan tambah kimia Damdex dan Sikacim terhadap kuat tekan beton mutu K-250. Jurnal Deformasi, 10(1), 30–36.

Wang, X.-H., Fang, Z.-C., & Zheng, L. (2024). Effect of dose and types of the water reducing admixtures and superplasticizers on concrete strength and durability behaviour: A review. Journal of Civil Engineering and Management, 30(1), 33–48.

Junaedi, R., & Prakoso, D. S. (2024). Pengaruh jenis serat terhadap sifat mekanik beton geopolimer serat. Jurnal Teknologi, 86(3), 45–52.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH KACA SEBAGAI BAHAN TAMBAH AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON. (2025). Jurnal Applied Science in Civil Engineering, 6(4), 580-583. https://doi.org/10.24036/asce.v6i4.1424