ANALISIS DAKTILITAS DAN TINGKAT KINERJA STRUKTUR RANGKA GEDUNG BERTINGKAT TERHADAP BEBAN GEMPA MENGGUNAKAN ANALISIS PUSHOVER(Studi Kasus: Gedung Fakultas C UIN Mataram)

Authors

  • Irma Yanti Nur Illahi Departemen Teknik Sipil FT UNP
  • Prima Zola Departemen Teknik Sipil FT UNP

DOI:

https://doi.org/10.24036/7b6px514

Keywords:

Daktilitas Struktur; Tingkat Kinerja; Analisis Pushover; ETABS; Beban Gempa.

Abstract

Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok, merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat risiko kegempaan tinggi, sebagaimana ditunjukkan oleh rangkaian gempa bumi bermagnitudo besar pada tahun 2018 yang mengakibatkan kerusakan pada berbagai bangunan, termasuk gedung-gedung pendidikan. Kondisi ini mendorong perlunya evaluasi kinerja struktur bangunan eksisting terhadap beban gempa, khususnya dari aspek daktilitas dan tingkat kinerja struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons struktur, menentukan rasio daktilitas, serta mengevaluasi tingkat kinerja Gedung Fakultas C UIN Mataram, sebuah gedung perkuliahan empat lantai, terhadap beban gempa. Analisis dilakukan menggunakan metode analisis pushover (non-linear static analysis) dengan bantuan perangkat lunak ETABS, mengacu pada ASCE 41-17/FEMA 356 dan SNI 1726:2019. Struktur dimodelkan berdasarkan data as-built drawing, kemudian dianalisis pada arah X dan arah Y untuk memperoleh kurva kapasitas, distribusi sendi plastis, nilai daktilitas perpindahan, serta level kinerja berdasarkan batasan drift ratio ATC-40/FEMA 356. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode getar fundamental struktur (T = 1,087 detik) berada di atas batas periode maksimum bangunan baru menurut SNI 1726:2019, meskipun kontrol gaya geser dasar dan simpangan antar lantai tahap elastis masih memenuhi syarat. Distribusi sendi plastis terbentuk lebih dahulu pada balok dibandingkan kolom (strong column-weak beam) sehingga tidak terindikasi mekanisme soft-story. Rasio daktilitas perpindahan diperoleh sebesar 1,86 pada arah X dan 2,38 pada arah Y, yang keduanya tergolong daktilitas parsial (terbatas). Drift ratio maksimum pada arah X sebesar 1,342% berada pada level kinerja Life Safety (LS), sedangkan pada arah Y sebesar 2,156% berada pada kondisi transisi Life Safety-Collapse Prevention (LS-CP), dengan Lantai 1 sebagai lantai paling kritis. Mengingat gedung tergolong Kategori Risiko IV, hasil ini menunjukkan bahwa kinerja struktur eksisting belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi ideal, sehingga direkomendasikan kajian perkuatan (retrofit) khususnya pada kolom Lantai 1 arah Y.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2019). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Sni 2847-2019, 8, 720.

Badan Standarisasi Indonesia. (2020). Sni 1727:2020. Jakarta, 8, 1–336.

Febrianto, A., Erizal, & Putra, H. (2024). Analisis Seismik Struktur Bangunan Mengunakan ASCE 41-17 dan SNI 1726:2019. Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 9(2), 211–220. https://doi.org/10.29244/jsil.9.2.211-220

Hartati, Effendie, A. R., Susyanto, N., & Suryanto, W. (2026). Probabilistic Earthquake Hazard Assessment in Indonesia Using Poisson Model and Spatial Grid Analysis. Science and Technology Indonesia, 11(1), 207–216. https://doi.org/10.26554/sti.2026.11.1.207-216

SNI 1726:2019. (2019). Earthquake Resistance Design Procedures for House and Building (in Indonesian) SNI 03–1726-2019. Jakarta: National Standardization Agency of Indonesia. 1726:2019, 7798393(April), 69.

Zubaidah, T., Rosmaliati, R., Ramadhani, C., Ratnasari, D., Yadnya, M. S., Kanata, B., Paniran, P., Zainuddin, A., & Priyatna, K. D. (2021). Investigasi Tingkat Kerawanan Gedung Dalam Rangka Implementasi Mitigasi Gempa Bumi di Fakultas Teknik Universitas Mataram. Jurnal Gema Ngabdi, 3(3), 201–206. https://doi.org/10.29303/jgn.v3i3.160

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

ANALISIS DAKTILITAS DAN TINGKAT KINERJA STRUKTUR RANGKA GEDUNG BERTINGKAT TERHADAP BEBAN GEMPA MENGGUNAKAN ANALISIS PUSHOVER(Studi Kasus: Gedung Fakultas C UIN Mataram). (2026). Jurnal Applied Science in Civil Engineering, 7(3), 298-308. https://doi.org/10.24036/7b6px514