UJI KINERJA DAN EVALUASI KUALITAS AIR HASIL ALAT PENJERNIH AIR PORTABLE

Authors

  • Dwi Lastri Utami Departemen Teknik Sipil FT UNP
  • Yaumal Arbi Departemen Teknik Sipil FT UNP

DOI:

https://doi.org/10.24036/j8szsz08

Keywords:

evaluasi kinerja, filtrasi bertingkat, kalsium hipoklorit, alat penjernih portable

Abstract

Ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kualitas masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, khususnya pada daerah yang terdampak bencana banjir. Banjir menyebabkan penurunan kualitas air permukaan akibat meningkatnya kandungan padatan tersuspensi, bahan pencemar, dan kontaminan lainnya sehingga air tidak dapat dimanfaatkan secara langsung. Kondisi tersebut menuntut adanya teknologi penjernihan air yang efektif, ekonomis, mudah dioperasikan, serta memiliki mobilitas tinggi untuk mendukung penyediaan air bersih pada kondisi darurat maupun wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja alat penjernih air portable berbasis pompa listrik dalam meningkatkan kualitas air melalui sistem filtrasi bertingkat yang dikombinasikan dengan proses desinfeksi menggunakan kalsium hipoklorit. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan pendekatan eksperimen melalui pengujian kualitas air sebelum dan sesudah proses pengolahan. Sistem filtrasi yang diterapkan meliputi saringan awal berbahan Stainless Steel 304 food grade, media pasir silika, pasir mangan, dan karbon aktif, kemudian dilanjutkan dengan proses desinfeksi menggunakan tablet kalsium hipoklorit. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi derajat keasaman (pH), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), Oxidation Reduction Potential (ORP), dan kekeruhan (turbidity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH meningkat dari 6,81 menjadi 6,98, nilai TDS menurun dari 167 mg/L menjadi 147 mg/L, nilai ORP meningkat dari 276 mV menjadi 332 mV, sedangkan nilai kekeruhan berkurang dari 179 NTU menjadi 35 NTU dengan efisiensi penyisihan sebesar 80,45%. Selain itu, nilai EC mengalami perubahan setelah proses filtrasi dan desinfeksi yang menunjukkan adanya peningkatan karakteristik kualitas air. Alat yang dikembangkan memiliki kapasitas produksi sebesar 972 L/jam (16,2 L/menit), sehingga mampu menghasilkan air dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan air baku. Berdasarkan hasil tersebut, sistem filtrasi bertingkat yang dipadukan dengan desinfeksi menggunakan kalsium hipoklorit terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas air permukaan dan berpotensi menjadi alternatif penyediaan air bersih yang praktis untuk kondisi darurat maupun daerah dengan akses air bersih yang terbatas.

References

AWWA. (2017). Water Treatment Plant Design (5th ed.). American Water Works Association.

Crittenden, J. C., Trussell, R. R., Hand, D. W., Howe, K. J., & Tchobanoglous, G. (2012). MWH's Water Treatment: Principles and Design (3rd ed.). John Wiley & Sons.

Edzwald, J. K. (Ed.). (2011). Water Quality and Treatment: A Handbook on Drinking Water (6th ed.). American Water Works Association.

Gray, N. F. (2014). Drinking Water Quality: Problems and Solutions (3rd ed.). Cambridge University Press.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Rahman, A., Salman, A., Ardianta., Ansharuddin., Nainggolan, R., Siregar, S. A., Wan Ismail, W. Z., & Abdul Ghani, M. A. (2023). Water Treatment Process using Manganese Zeolite Filter, Activated Carbon Filter, and Silica Sand Filter. International Journal of Technical Vocational and Engineering Technology, 3(3), 1–7.

Riansyah, M. L., & Al Kholif, M. (2021). Pengaruh Media Filter Manganese Greensand, Karbon Aktif, Pasir Silika dan Kerikil dalam Menurunkan Kadar Mangan, Kekeruhan dan Bau pada Air Sumur. WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA, 20(1).

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

UJI KINERJA DAN EVALUASI KUALITAS AIR HASIL ALAT PENJERNIH AIR PORTABLE. (2026). Jurnal Applied Science in Civil Engineering, 7(3), 318-331. https://doi.org/10.24036/j8szsz08