EVALUASI KINERJA SEISMIK STRUKTUR GEDUNG LABORATORIUM TERPADU UNIVERSITAS NEGERI PADANG DENGAN METODE ANALISIS PUSHOVER

Authors

  • Fauzan Marjanis Departemen Teknik Sipil FT UNP
  • Annisa Prita Melinda Departemen Teknik Sipil FT UNP

DOI:

https://doi.org/10.24036/j1pqyp39

Keywords:

Gedung, Kinerja Seismik, Analisis Push Over

Abstract

Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Negeri Padang merupakan bangunan beton bertulang dan atap rangka baja lima lantai dengan tinggi keseluruhan gedung 26,5 m yang berdiri di Kota Padang, salah satu kawasan dengan tingkat seismisitas tertinggi di Indonesia. Gedung ini belum pernah dievaluasi kinerja strukturalnya secara analitis terhadap SNI 1726:2019, sedangkan gedung berstatus kategori risiko IV yang dituntut tetap beroperasi pascagempa. Penelitian ini bertujuan memperoleh kurva kapasitas, titik kinerja, serta level kinerja struktur melalui analisis statik nonlinier pushover menggunakan ETABS, dengan titik kinerja ditentukan memakai metode FEMA 440 Equivalent Linearization dan level kinerja dinilai berdasarkan batas simpangan ATC-40. Struktur dimodelkan sebagai Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (R = 8; Ie = 1,5) pada kelas situs SD dengan Ss = 1,42 g dan S1 = 0,6 g. Hasil analisis menunjukkan kapasitas puncak arah X sebesar 65.618,36 kN pada perpindahan atap 200,73 mm dan arah Y sebesar 40.821,04 kN pada 284,02 mm. Titik kinerja tercapai pada gaya geser 49.511,75 kN dengan perpindahan 113,35 mm untuk arah X, serta 36.906,26 kN dengan perpindahan 243,21 mm untuk arah Y. Rasio simpangan total pada titik kinerja sebesar 0,43% arah X dan 0,92% arah Y, keduanya di bawah batas 1,0% ATC-40, tetapi rasio simpangan inelastis arah Y sebesar 0,60% melampaui batas 0,5% sehingga arah Y tergolong kategori Damage Control. Faktor kuat lebih aktual 5,06 dan 3,15 menunjukkan cadangan kekuatan memadai, namun distribusi sendi plastis global menunjukkan mekanisme strong column weak beam belum sepenuhnya tercapai karena sendi tetap didominasi elemen kolom, sementara simpangan antarlantai elastis pada seluruh lantai kedua arah turut melampaui batas izin SNI 1726:2019.

References

[1]E. A. Krisdianti, K. Kurniawan, and D. Sungkono, "Analisis kinerja struktur pada gedung bertingkat dengan analisis pushover berdasarkan ATC-40 studi kasus bangunan Pasar Jongke," Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur, vol. 29, no. 2, pp. 7–16, 2024.

[2] N. Septian, G. Turuallo, and I. K. Sulendra, "Kinerja portal struktur gedung tahan gempa dengan sistem ganda menggunakan metode pushover analysis," Rekonstruksi Tadulako: Civil Engineering Journal on Research and Development, vol. 3, no. 1, pp. 35–42, 2022.

[3] R. Dandi, M. Chairi, and R. Imani, "Evaluasi struktur Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kuantan Singingi dengan metode analisis pushover," Civil Engineering Collaboration, vol. 10, no. 1, pp. 1–9, 2025, doi: 10.35134/jcivil.v10i1.77.

[4] B. R. Pangestu, A. Kurniawan, and M. A. Wibowo, "Evaluasi performa struktural Gedung Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman terhadap gempa dengan metode analisis pushover," CIVeng, vol. 5, no. 2, pp. 73–78, 2024.

[5] L. J. Restu, E. Juliafad, and F. Yusmar, "Evaluasi struktur bangunan Pasar Inpres Blok IV Gedung B dengan metode pushover," Jurnal Teknik Sipil, vol. 8, no. 3, pp. 117–127, 2021.

[6] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1726:2019: Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. Jakarta: BSN, 2019.

[7] Applied Technology Council, Seismic Evaluation and Retrofit of Concrete Buildings (ATC-40), vol. 1. Redwood City, CA: ATC, 1996.

[8] Federal Emergency Management Agency, FEMA 440: Improvement of Nonlinear Static Seismic Analysis Procedures. Washington, DC: FEMA, 2005.

[9] H. Istiono, Y. Septiarsilia, D. K. Fitriyah, I. Komara, and F. T. Nuciferani, "Evaluasi struktur Gedung Hotel Swiss-Belhotel Darmo Surabaya menggunakan analisis pushover berdasarkan SNI 1726:2019," Jurnal Teknik Mesin, vol. 4, no. 2, pp. 97–110, 2023, doi: 10.31284/j.jtm.2023.v4i2.4553.

[10] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1727:2020: Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Jakarta: BSN, 2020.

[11] Federal Emergency Management Agency, FEMA 356: Prestandard and Commentary for the Seismic Rehabilitation of Buildings. Washington, DC: FEMA, 2000.

[12] Badan Standardisasi Nasional, SNI 2847:2019: Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Jakarta: BSN, 2019.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

EVALUASI KINERJA SEISMIK STRUKTUR GEDUNG LABORATORIUM TERPADU UNIVERSITAS NEGERI PADANG DENGAN METODE ANALISIS PUSHOVER. (2026). Jurnal Applied Science in Civil Engineering, 7(3), 332-340. https://doi.org/10.24036/j1pqyp39