Analisis Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Pavement Condition Index dan Bina Marga (Studi Kasus : Di Ruas Jalan Batas Kota Payakumbuh - Setangkai)

Authors

  • Yuri Lutfiyatul Mahya Departemen Teknik Sipil FT UNP
  • Rizky Indra Utama Departemen Teknik Sipil FT UNP

DOI:

https://doi.org/10.24036/azcpk486

Keywords:

Pavement Condition Index (PCI), Bina Marga, Kerusakan Jalan, Perkerasan Lentur, Pemeliharaan Jalan

Abstract

Jalan batas kota Payakumbuh - Setangkai merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Kabupaten Tanah Datar serta wilayah lainnya di Sumatera Barat. Namun, ruas jalan ini mengalami berbagai jenis kerusakan jalan yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna, serta menghambat lalu lintas dan distribusi barang. Oleh sebab itu, diperlukannya analisis tingkat kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan jalan, menganalisis kondisi jalan serta menentukan alternatif penangan yang sesuai berdasarkan kondisi jalan. Metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi kerusakan perkerasan jalan adalah metode Pavement Condition Index (PCI) dan  metode Bina Marga. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan langsung, mendokumentasikan jenis dan dimensi kerusakan pada ruas perkerasan lentur sepanjang 2 km (STA 6+000 – 8+000). Hasil penelitian didapati jenis kerusakan jalan yaitu kerusakan retak buaya, tambalan, benjol dan turun, pelepasan butiran dan lubang. Hasil nilai rata-rata PCI ialah 48,05 sedang (fair). Metode Bina Marga merekomendasikan pemeliharaan rutin dengan prioritas 9,25. Meskipun Bina Marga memberikan rekomendasi umum, PCI menawarkan wawasan yang lebih rinci dan spesifik per segmen, memungkinkan strategi perbaikan yang lebih tepat sasaran

Author Biography

  • Rizky Indra Utama, Departemen Teknik Sipil FT UNP

    Lecturer in the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang, Indonesia

References

AASHTO. (1993). Guide for Design of Pavement Structures. American Association of State Highway and Transportation Officials. Washington, DC.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat.2023.

Direktorat Jenderal Bina Marga & Direktorat Pembinaan Jalan Kota. (1990). Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Kota No. 018/T/BNKT/1990.

Direktorat Jendral Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum. (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia No. 036/T/BM/1997. Jakarta

Direktorat Jenderal Bina Marga. (2011). Survei Kondisi Jalan Untuk Pemeliharaan Rutin No. 001-01 / M / BM / 2011. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.

Faisal, R. 2020. Perbandingan Metode Bina Marga dan Metode PCI (Pavement Condition Index) dalam Mengevaluasi Kondisi Kerusakan Jalan (Studi Kasus Jalan Tengku Chik Ba Kurma, Aceh). Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, Vol. 10 No. 1: hlm. 110–122.

Sangadji, M., F., Fauziah, M. (2017). Evaluasi Kondisi Perkerasan Lentur Berdasarkan Metode PCI dan Bina Marga Pada Ruas Jalan Amol Mononutu, Ternate. Yogyakarta: Jurnal Teknik Sipil. Universitas Islam Indonesia.

Shahin, M.Y. 1990. Pavement Maintenance Management for Roads and Streets sing the Paver System. United States : US Army Corps Of Engineer.

Sukirman, S. 1994, Perkerasan Lentur Jalan Raya. Nova, Bandung.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Downloads

Published

2026-08-28

How to Cite

Analisis Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Pavement Condition Index dan Bina Marga (Studi Kasus : Di Ruas Jalan Batas Kota Payakumbuh - Setangkai). (2026). Jurnal Applied Science in Civil Engineering, 7(3), 389-396. https://doi.org/10.24036/azcpk486